Tanah dan Air Penyembuhan

Tanah dan Air Penyembuhan

YMY

Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskan pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

<Yohanes 9: 6-7>

Kita telah banyak mendengar kisah-kisah penyembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Catatan berikut adalah kelanjutan dari renungan sebelumnya (berjudul: Cacat Lahiriah dan Terang Dunia) yang menyangkut tentang penyembuhan orang buta di Kitab Yohanes bab sembilan. Dalam kisah ini Yesus mencampur ludah-Nya dengan tanah untuk dioleskan ke mata orang buta itu. Lalu Ia menyuruh dia untuk membasuh dirinya dalam kolam. Ada dua elemenyang mau saya bicarakan dalam catatan ini: Tanah dan Air. Selain itu saya juga mau bicarakan sedikit mengenai efek kuasa penyembuhan dari Tuhan dan tugas perutusan.

Masih ingat kisah penciptaan Adam di dalam Kitab Kejadian? Adam dibentuk Allah dari debu tanah lalu Dia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (Kejadian 2: 7). Arti nama “Adam” jika dipelajari dari sisi etimologi adalah “tanah” atau “daratan”. Penyembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sama maknanya dengan Kuasa Kasih-Nya yang membuat atau menjadikan ciptaan baru. Ini benar sangat luar biasa. Selanjutnya atas perintah Tuhan Yesus, orang buta itu membasuh dirinya di kolam “Yang Diutus.” Masih ingatkah kita akan Sakramen Baptis atau Permandian? Dengan pembaptisan kita dijadikan atau dilahirkan kembali menjadi manusia baru dengan air dan Roh Kudus.

Tanah dan air mengingatkan kita pada asal muasal penciptaan manusia dan juga permandian atau baptisan yang membawa hidup baru serta keselamatan dalam Tuhan Yesus. Dalam proses penyembuhan dan setelah orang buta itu sembuh kita lihat bahwa dia bersaksi tentang Tuhan Yesus dan karya kemuliaan-Nya. Kita juga bisa lihat bahwa dalam penyembuhan atau hidup baru ada tugas perutusan. Kita yang sudah dibaptis dan menerima bibit Roh Kudus diutus untuk menyebarkan kabar baik dalam nama Yesus. Memang bukan hal yang mudah, apalagi di dunia yang begitu modern dan sekuler seperti sekarang. Dalam Injil Yohanes pun diperlihatkan bahwa kesaksian orang buta yang disembuhkan itu juga tidak diterima orang-orang dengan mudah. Malahan banyak yang ragu dan menentang!

Tapi kita sadari inilah panggilan yang kita emban sebagai anak-anak Allah Bapa. Ia memanggil kita, menyatakan Kuasa Kasih-Nya dengan menjadikan kita manusia baru melalui pengampunan dosa, dan pada akhirnya Ia mengutus kita! Selayaknya dengan penuh iman kita jalani tugas perutusan ini, karena itulah kehendak Tuhan. Dia yang menyelamatkan kita harus terus dimuliakan. Dia yang membasuh kita juga mau agar kita dapat membasuh orang-orang lain melalui pewartaan iman.

Mari kita memohon kepada Tuhan agar dicurahkan Rahmat Roh Kudus supaya kita diingatkan kembali akan baptisan kudus yang kita terima serta panggilan perutusan-Nya:

Tuhan Yesus Kristus, melalui pembaptisan, kami kau jadikan manusia baru yang layak memanggil Allah sebagai Bapa kami. Terima kasih atas karya penyelamatan-Mu. Kami mau terus memuliakan nama-Mu yang Kudus. Kami mau terus memuji, memuliakan dan meninggikan nama-Mu, Tuhan.

Kau panggil kami dan Kau juga mengutus kami untuk menjadi saksi-saksi Kerajaan Allah. Ampuni kami yang gagal dalam menanggapi banyak panggilan-panggilan perutusan-Mu. Kami mohon, urapi kami dengan Rahmat Roh Kudus-Mu agar kami selalu taat, berani dan sanggup menjalankan tugas pewartaan iman Kristiani. Bukalah mata hati dan pikiran kami dan hembuskan nafas hidup-Mu ke dalam kami.

Engkau yang juga  telah menyediakan sumur kehidupan kekal bagi manusia, tuntunlah kami agar dapat membawa banyak orang-orang yang haus akan Kasih-Mu. Kami percaya bahwa Engkau selamanya setia menyegarkan kami dan pertolongan-Mu selalu baru dan tidak pernah terlambat.  Kuatkan kami, Tuhan Yesus, dengan Kuasa Kasih-Mu! Amin.

Kemuliaan kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala masa. Amin.